Suka wisata alam dan petualangan di alam liar? Taman Nasional Ujung Kulon bisa menjadi pilihan buat kamu. Di sini kita bisa melakukan berbagai aktivitas luar ruang yang tentunya menantang dan memacu jiwa petualang kita. Sebut saja aktivitas trekking ke dalam hutan dan savana, canoeing menyusuri muara sungai, hingga aktivitas bahari seperti snorkeling dan diving bisa dilakukan di sini.

Saya berkesempatan berkunjung ke TNUK pada tahun 2018 silam bersama dua orang teman saya dengan mengikuti rombongan open trip. Tarif yang dikenakan untuk paket perjalanan ke TNUK sekitar Rp 700 ribu (sudah termasuk transportasi pulang-pergi, penginapan di Pulau Peucang, dan aktivitas wisata outdoor selama di sana). Cukup worth it jika dibandingkan dengan keseruan dan pengalaman tak terlupakan selama di sana.



Seperti namanya, TNUK ini merupakan taman nasional yang menjadi tempat perlindungan berbagai spesies flora dan fauna. Ujung Kulon memang sudah terkenal sebagai habitat asli satwa badak jawa atau badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus). Selain badak jawa, ada banyak satwa yang dilindungi di tempat ini, antara lain banteng (Bos javanicus) dan merak (Pavo muticus). Jika beruntung, wisatawan bisa melihat 3 satwa yang di lindungi tersebut di alam liar, tepatnya di Padang Savana Cidaon. Padang rumput ini memang merupakan tempat para hewan mencari makan sehari-hari.

Saya cukup beruntung saat itu karena bisa melihat satwa banteng di sore hari, meskipun hanya dari kejauhan. Maklum hal ini demi menjaga agar kedatangan turis tidak mengganggu aktivitas satwa di TNUK. Beruntung lagi, saya menemukan sehelai bulu merak jantan yang sangat indah. Saya pun sempat menjadikannya sebagai properti foto lalu bulu itu saya tinggalkan di tempat asalnya. Petugas dan pemandu mengingatkan agar tidak mengambil apapun dari kawasan taman nasional. Selain karena memang kita harus menaati etika berwisata, ada alasan mistis juga yang cukup menyeramkan.



Pengalaman berwisata di TNUK sangatlah mengesankan. Tidak cukup rasanya kalau hanya dituliskan dalam satu artikel blog saja. Tunggu cerita perjalanan saya selanjutnya, ya!